GARUT – WARTA CIANJUR – pembunuhan berantai dengan motif praktik perdukunan yang dapat menggandakan uang dan menimbulkan banyak korban jiwa akhir-akhir ini marak terjadi. Belum selesai dengan proses hukum serial killer Wowon CS, kini muncul kasus baru yang dilakukan Mbah Slamet Tohari (44) yang dilakukan di kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
12 korban meninggal dunia ditemukan oleh polisi dalam kasus ini, tiga diantaranya merupakan Warga Jabar yakni Paryanto (53) warga Sukabumi dan ada dua warga Tasikmalaya yang belum teridentifikasi identitasnya.
Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) angkat bicara dengan adanya kejadian tersebut. Sekretaris MUI Jabar Rafani Akhyar menyebut praktek perdukunan dilarang oleh agama.
“Kita sering himbau masyarakat, perdukunan itu sesuatu yang dilarang agama dan di MUI sudah ada fatwanya, khanah atau peramalan, perdukunan itu jelas dilarang,” kata Rafani dihubungi via sambungan telepon, Kamis (6/4/2023).
Rafani menyebut, orang yang percaya dengan praktik perdukunan tidak akan tenang hidup di dunia maupun di akhirat.
“Di samping secara normatif Quran dan hadis melarang, dampak buruk ini luar biasa, jadi dari perdukunan itu timbul penipuan, kalau sudah tertipu itu orang menjadi rugi, jadi dampaknya ia rugi di dunia dan rugi di akhirat,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya dengan praktik perdukunan karena itu merupakan perbuatan dosa yang besar. “Kalau sudah masuk musyrik itu dosa yang tidak bisa diampuni, kami imbau kepada masyarakat jangan sekali-kali percaya apalagi ikut dalam perdukunan itu dan jangan sekali-kali percaya,” tuturnya.
Rafani menilai, jelang lebaran praktik perdukunan kerap membayang-bayangi warga dan kerap dimanfaatkan oknum yang tak bertanggung jawab. “Apalagi sekarang lebaran, orang ingin banyak uang dan ini dimanfaatkan situasinya sehingga orang tergiur dan ini bahayanya,” ucapnya.
Rafani menyebut, masyarakat boleh mencari uang sebanyak-banyaknya asal sesuai dengan proporsinya dan ditempuh dengan cara yang halal.
“Jadi masyarakat itu mesti gini, cari nafkah itu sesuai dengan proporsinya. Mencari nafkah itu kewajiban, banyak-banyaknya, mau kaya, silakan, tapi harus proporsional, tapi jangan melalui jalan pintas,” jelasnya.
“Jalan pintas itu banyak seperti korupsi, maling, manipulasi, termasuk perdukunan, itu jalan pintas. Sesuatu yang ditempuh dengan cara itu atau trabas nanti akan menghasilkan mental trabas juga yang akan merusak karakter dan kepribadian, silakan terus cari nafkah, tapi secara proporsional,” imbuhnya.
Agar membuat efek jera, MUI Jabar meminta kepada penegak hukum agar menindak tegas yang melakukan praktik perdukunan ini.
“Penegakan hukum dan pengawasan perdukunan, kalau sudah ada penipuan kan sudah ada pelanggaran hukum, harus tegas, tangkap dan proses saja dengan hukum ya dari kasus itu harus jadi pelajaran, jangan melakukan praktek perdukunan,” pungkasnya.
Sumber : detikNews
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good. https://www.binance.com/join?ref=P9L9FQKY
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.
Alright, listen up! If you’re looking for a fresh place to play, I’d suggest hitting up 99ok5. Smooth interface and always keep finding new games on the platform. Here’s the link to check them out: 99ok5